Sunday, July 19, 2009

Kisah Cinta Si Cicak.

Ketika sedang mengubahsuai rumah, seorang pemuda cuba meruntuhkan satu
tembok.. Rumah di Jepun biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok
yang diperbuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui
seekor cicak yang terperangkap diantara ruang kosong itu kerana kakinya
melekat pada sebatang paku.
Dia berasa kasihan sekaligus hairan.. Lalu dia memerhati paku itu, ternyata
paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali
dibina.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan
terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa
bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk
akal.
Orang itu lalu berfikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama
10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku
itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa
yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian,
tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di
mulutnya.... AHHHH!
Orang itu berasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain
yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan
pada haiwan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana haiwan yang
kecil itu dapat memiliki kurnia yang begitu mengagumkan.
Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berfikir
tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara
lelaki, saudara perempuan... . .. Seiring dengan berkembangnya teknologi,
akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak
peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap
dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.

No comments:

Post a Comment